Langkah 1 : Dapatkan Company Prefix GS1
|
|
Langkah pertama apabila perusahaan merencanakan untuk menggunakan barcode pada produknya adalah dengan menentukan nomor identifikasi yang akan dimasukkan kedalam barcode, nomor-nomor tersebut dinamakan kunci identifikasi GS1 system. |
Kunci identifikasi GS1 system didapat dengan cara mendaftar ke GS1 Indonesia.
Sebagai anggota GS1 Indonesia, perusahaan akan mendapatkan nomor Company Prefix
GS1 yang nantinya digunakan sebagai dasar identifikasi secara unik untuk di
jalur supply chain dan saat ini GS1 System dipakai oleh lebih dari 1 juta
perusahaan diseluruh dunia.
Untuk pendaftaran anggota, hubungi Membership & Business Development GS1
Indonesia (contact person : Hany Rizana & Priyani, EXT. 104).
Langkah 2 : Pemberian Nomor
Setelah mendapat nomor Company Prefix GS1, perusahaan siap untuk mulai
memberikan nomor identifikasi kepada trade itemnya (produk atau jasa), Lokasi,
Unit Logistik, Asset Perusahaan (individual asset dan returnable asset), service
relationship dan penggunaan khusus lainnya.
|
Prosesnya sangat mudah dan dapat dipelajari bagaimana caranya memformat masing-masing nomor tersebut. Gunakan nomor Company Prefix GS1 (gabungan antara kode negara & kode perusahaan) dikombinasikan dengan nomor item reference/kode produk yang telah ditentukan oleh perusahaan. GS1 Indonesia memberikan fasilitas training mengenai GS1 system kepada anggota maupun umum. Untuk informasi mengenai training dan aplikasi GS1 System dapat menghubungi Industrial Services & IT GS1 Indonesia (contact person: Ir. Sri Suhartati , Dani Yusdiar ST. , EXT. 114) |
|
Langkah 3 : Memilih Perusahaan Pencetakan Bar Code
Langkah awal, kita harus memutuskan apa yang akan di barcode dan apakah barcode
tersebut akan memuat informasi statis atau dinamis didalamnya. Contoh informasi
statis adalah identifikasi produk secara sederhana menggunakan GTIN pada kemasan
produk. Contoh informasi dinamis biasanya akan tercetak nomor serial pada label
seperti pada label unit logistik.
|
|
Jika Barcode hanya memuat informasi statis dan dibutuhkan jumlah label yang
besar maka kita dapat meminta perusahaan percetakan untuk mencetak label
tersebut dan jika kita hanya butuh label dalam jumlah kecil atau ingin mencetak
label dengan informasi dinamis maka yang kita butuhkan adalah on-demand printer
seperti laser printer atau thermal transfer printer. Pertimbangan Pada Proses Pencetakan |
GS1 Indonesia dapat membantu anggotanya untuk membuatkan film master barcode sesuai standar GS1, film master tersebut digunakan untuk mencetak bar code pada kemasan.
Informasi lebih lanjut mengenai film master, hubungi
Industrial Services & IT GS1 Indonesia (email : info@gs1.or.id)
Langkah 4 : Memilih “Lingkungan Untuk Pembacaan/Scanning”
Spesifikasi untuk type barcode, ukuran, penempatan dan kualitas semuanya
tergantung kepada dimana pembacaan barcode tersebut akan dilakukan .
Empat dasar ruang lingkup pembacaan/scanning untuk trade item :
1. Kemasan produk di scan pada ritel point of sale (POS)
2. Kemasan produk di scan pada distribusi umum
3. Kemasan produk di scan pada POS tapi juga di scan pada distribusi.
4. Lingkungan khusus seperti penandaan pada alat-alat medis.

Dengan mengetahui dimana barcode akan di scan kita dapat membuat spesifikasi
yang tepat pada saat barcode tersebut mulai diproduksi. Sebagai contoh, jika
sebuah kemasan produk di scan pada Point of Sale (POS) dan distribusi umum, maka
kita harus menggunakan simbol EAN/UPC untuk mengakomodasi POS tetapi mencetaknya
dalam ukuran yang lebih besar untuk mengakomodasi pembacaan scanner di
distribusi/gudang dan pastikan penempatannya memenuhi syarat pembacaan secara
otomatis.
Langkah 5 : Pemilihan Jenis Simbologi Bar Code
Memilih jenis simbologi barcode yang tepat sangat penting dalam menentukan
keberhasilan rencana pengimplementasian barcode, dibawah ini beberapa tips yang
dapat kita jadikan acuan;
- Jika barcode trade item akan di scan pada point of sale ritel, kita harus
menggunakan simbol EAN/UPC ( UPC-A , UPC-E , GS1-8 , GS1-13 )
- Jika kita mencetak barcode dengan berbagai macam informasi tambahan seperti
nomor seri, tanggal expired atau ukuran, maka digunakan simbol GS1-128, GS1
DataBar (RSS), atau pada kasus khusus digunakan Composite Component atau simbol
GS1 Data Matrix.
- Jika ingin mencetak barcode yang hanya memuat nomor GTIN pada corrugated
carton/outer box, maka dipilih simbol ITF-14.
Langkah 6: Ukuran Bar Code
Setelah ditentukan simbol barcode yang sesuai dan digabungkan dengan informasi
yang akan dikodekan kedalamnya, maka dimulailah tahap design. Ukuran simbol
didalam design tergantung kepada jenis simbol yang dipilih, dimana simbol akan
digunakan, dan bagaimana simbol tersebut akan dicetak dan tak kalah pentingnya
adalah ruang/space yang tersedia pada kemasan untuk penempatan bar code tersebut.
Simbol EAN/UPC
Simbol EAN/UPC berbeda dengan simbol ITF-14 dan GS1-128 karena simbol EAN/UPC di
scan pada ritel menggunakan omni-directional scanner. Simbol EAN/UPC mempunyai
ukuran yang tetap antara tinggi dan lebar simbol. Apabila ingin merubah salah
satu ukurannya maka ukuran yang lain harus dirubah secara proporsional. Ukuran
nominal tinggi dan lebar yang diperbolehkan adalah 80% hingga 200% . Dibawah ini
beberapa contoh ukuran barcode EAN-13.
|
EAN/UPC Magnification |
|
| Minimum (80%) 29.83mm x 20.73mm ![]() |
Nominal (100%) 37.29mm x 25.91mm ![]() |
Memperkecil ukuran simbol EAN/UPC harus dilakukan pada saat mendesign kemasan,
memotong tinggi ukuran yang sudah ada atau disebut truncation, tidak
diperbolehkan didalam spesifikasi simbologi EAN/UPC dan harus dihindari karena
hal tersebut akan mengakibatkan pengaruh buruk terhadap scanning rate untuk omni
directional scanner ritel. Apabila simbol EAN/UPC digunakan di logistik
(shipping dan distribusi) dan juga pada Point of sale (POS), magnification yang
diperbolehkan berkisar antara 150% sampai 200%, contohnya simbol pada carton
yang digunakan untuk peralatan besar (misalnya TV atau oven microwave ).
Simbol ITF-14 dan GS1-128
Simbol ITF-14 dan GS1-128 juga mempunyai range ukuran yang sudah ditentukan.
Ukuran simbol ITF-14 dan GS1-128 seringkali ditentukan oleh lebar dari
X-Dimension bukan dari magnificationnya. Ukuran GS1-128 bervariasi tergantung
dari jumlah informasi tambahan yang akan dimasukkan kedalam barcodenya tetapi
maksimum 48 karakter.
| Ukuran nominal simbol ITF-14 (100%) : 142.75 mm x 32 mm
(tanpa Bearer Bar ) ![]() |
GS1-128![]() |
Langkah 7 : Format Teks Bar Code
Teks dibawah bar code sangat penting karena jika bar code rusak atau kualitasnya
rendah, maka teks digunakan sebagai back-up.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar format teks pada simbol bar code,
silahkan simak Frequently Asked Question berikut ini;
Apakah Human Readable Interpretation harus mempunyai ukuran tertentu ?
Huruf OCR-B semula ditentukan untuk digunakan pada simbol EAN/UPC, tetapi
sepesifikasi GS1 System sekarang membolehkan huruf apa saja sepanjang huruf
tersebut jelas dan dapat terbaca.
Apakah Human Readable Interpretation harus diletakan diatas atau dibawah?
Tergantung kepada simbol yang kita pergunakan. Untuk simbol EAN/UPC teks dicetak
dibawah simbol. Teks simbol ITF-14 dan GS1-128 dapat dicetak diatas atau dibawah
simbol.
Apakah tanda kurung (parentheses) pada Application Identifiers (AI) didalam
simbol GS1-128 harus selalu digunakan dan apakah tanda kurung tersebut dikodekan
kedalam simbol barcode?
Seluruh AI harus dimasukkan kedalam tanda kurung didalam Human Readable
Interpretation, tetapi tanda kurung tersebut tidak dikodekan didalam simbol.
Berapa digit yang harus tercetak dibawah simbol EAN/UPC pada Human Readable
text?
Dibawah simbol UPC-A kita harus mencetak 12 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang.
Dibawah simbol EAN-13 kita harus mencetak 13 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang.
Dibawah simbol EAN-8 kita harus mencetak 8 digit, tanpa kekecualian tidak lebih tidak kurang.
Langkah 8 : Memilih Warna Bar Code
Kombinasi warna yang optimum untuk simbol bar code adalah warna hitam untuk
garis dan putih untuk background (space dan quiet zones). Jika ingin menggunakan
warna lain, penjelasan berikut ini mungkin dapat membantu dalam memilih warna
yang diinginkan :
Simbol barcode GS1 membutuhkan warna gelap untuk garis (misalnya hitam, biru tua, coklat tua atau hijau tua).
Garis harus selalu terdiri dari warna tunggal dan jangan pernah dicetak dengan berbagai alat imaging (misal plate, screen, cylinder).
Simbol bar code GS1 membutuhkan background terang untuk space dan quiet zones (misal warna putih).
Jika kita menggunakan multiple layer dari tinta untuk meningkatkan opacity pada background, setiap layer harus dicetak secara solid.
Jika kita menggunakan fine screen untuk menghantarkan tinta ke substrate, pastikan tidak ada kekosongan didalam proses pencetakan yang disebabkan oleh screen tersebut tidak cukup terisi didalamnya.
Sekali lagi, dengan tetap menggunakan garis warna hitam dan space putih, kita telah memilih kombinasi yang optimum, tetapi bukan berarti kombinasi warna lain tidak dapat digunakan. Konsultasikan hal ini dengan perusahaan percetakan yang berpengalaman.
![]() |
![]() |
Langkah 9 : Penempatan Bar Code
Penempatan simbol sebaiknya sudah direncanakan pada saat mendesign kemasan dan
juga harus dipertimbangkan proses pengemasannya. Konsultasikan dengan staf
bagian pengemasan untuk memastikan simbol tidak akan buram atau rusak (misal
diletakan di sisi karton, dibawah lipatan karton, dibawah tutup kemasan atau
tertutup oleh tingkat kemasan yang lain ).
Setelah ditentukan letak penempatannya, konsultasikan dengan perusahaan
percetakan karena beberapa proses pencetakan mensyaratkan barcode harus dicetak
dengan orientasi khusus agar arahnya sesuai dengan web atau sheet.
Jika memungkinkan, pada saat menggunakan printing flexographic, garis harus
berjalan paralel dengan arah tekanan web atau orientasi picket fence. Jika garis
dibutuhkan tegak lurus dengan arah tekanan atau ladder orientation, hindari
distorsi simbol pada lingkaran plate roll.
Apabila menggunakan proses printing silk screen atau rotogravure, simbol harus
lurus paralel dengan struktur cell pada screen atau gravure plate cylinder agar
didapat garis tepi yang paling halus yang memungkinkan.
Langkah 10 : Mengetahui Kualitas Bar Code
Standar ISO/IEC 15416 Bar Code Print Quality Test Specifications untuk simbologi
linear merupakan metode yang dipakai oleh GS1 dalam menghitung kualitas simbol
bar code setelah bar code tersebut dicetak. Verifikasi Barcode sangat penting,
walaupun produk tersebut bukan untuk tujuan ekspor. Dengan verifikasi dapat
dihindari terjadinya kerugian yang diakibatkan
|
oleh kesalahan cetak dan kegagalan baca alat scanner pada barcode yang tidak standar sehingga tujuan dari otomatisasi itu sendiri tidak tercapai terutama pada Point of Sale (POS) di ritel.
Untuk Verifikasi Kualitas Bar code, hubungi Industrial Services & IT GS1 Indonesia (contact person : Dani Yusdiar ST., EXT. 114 ) |
![]() |