Dibawah ini terdapat jawaban dari beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan:
Tidak, tiga digit pertama (kode negara) menunjukan dimana perusahaan mendaftarkan keanggotaanya. Produk tersebut bisa saja diproduksi dimanapun diseluruh dunia. Sebagai contoh nomor yang dimulai dengan 899 telah dialokasikan untuk Indonesia, tetapi anggota mungkin tidak memproduksi barangnya di Indonesia.
Tidak. Barcode secara mudah mewakili angka-angka yang terlihat dibawahnya, dimana nomor tersebut mengidentifiksikan barang secara unik. Seluruh informasi mengenai produk tersebut terdapat didalam database komputer. Satu-satunya pengecualian adalah pada nomor EAN-13 dan UCC-12 untuk ukuran yang berbeda-beda dan nomor kupon, dimana harga atau ukuran dari produk tersebut atau nilai dari kupon termasuk didalamnya.
Tidak. Untuk simbologi EAN/UCC, pencetakan barcode dapat diproses dengan pembesaran antara 80% - 200%, sedangkan simbologi ITF-14 antara 62,50% - 125%. Garis dan spasi harus dapat secara jelas dibaca oleh alat scaner sebagai bagian dari sebuah simbol yang akurat.
Tidak. GS1 System(sebelumnya EAN.UCC System) mempunyai tiga simbologi barcode yang berbeda yaitu EAN/UPC, ITF-14 dan GS1-128 untuk dipergunakan pada outer box yang tidak melewati retail point of sale. Sistim penomoran dibuat untuk dipergunakan diseluruh kemasan, dan simbol yang berbeda dipergunakan sesuai dengan informasi yang dibutuhkan atau bahan cetak yang dipergunakan.
Tidak. Akan tetapi sangat disarankan dimana garis terlihat gelap terhadap latar belakang (background) terang pada saat disorot oleh sinar infra merah yang dipergunakan oleh alat scaner. Warna dingin seperti biru, hijau atau hitam dapat digunakan terhadap latar belakang berwarna hangat seperti orange, kuning dan putih. Sangatlah penting untuk membuat warna yang kontras antara garis dan spasi, sehingga sangat diperlukan untuk memperhatikan kombinasi warnanya.
Tidak. GS1 System merupakan sebuah sistim yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi apapun yang diperdagangkan pada jalur supply chain, sebagaimana unit pada point of sale. Barang-barang tersebut discan pada saat meninggalkan pabrik, kemudian discan lagi pada saat di distributor lalu pada penerimaan barang di gudang dan sebagainya. Sistim dapat dipergunakan oleh perusahaan yang beroperasi di semua perdagangan dan sektor industri.
Tidak. Barcode EAN, UPC dan GS1-128 mempunyai isi data standar, yang berarti dapat digunakan oleh perusahaan yang mempunyai sistim dasarnya adalah GS1 System. Barcode lain, seperti kode 39 tidak mempunyai pendekatan standar terhadap data yang dikandungnya, jadi kode 39 hanya dapat dipakai untuk sistim internal.
Boleh, asalkan tidak lebih dari satu halaman “web pages”.
Tidak, karena simbologi EAN-13 dan Composite Simbology adalah hal yang berbeda. Informasi yang terdapat dalam barcode 2 dimensinya merupakan "Secondary Information" atau “Additional Information” yang digunakan secara internal Perusahaan.
Tidak, produk EPC adalah milik EPC Global yang mempunyai jumlah anggota yang banyak, setiap perubahan akan membawa dampak yang besar dan ketidak effisien-nan. Sehingga setiap perubahan akan selalu menuju kepada perbaikan dan penambahan fitur saja dan akan selalu "down compatible".
Informasi yang terdapat dalam barcode 2 dimensinya merupakan "Secondary Information" atau "Additional Information" yang digunakan secara internal perusahaan, sesuai kebutuhan misalnya production date, batch number.
Banyaknya data yang dapat ditampung adalah sebanyak:
Iya. Tetapi nomor SSCC dipakai bukan hanya untuk sekali jalan, tetapi hanya untuk satu tujuan (transit).
Fasilitas-fasilitas yang didapat sebagai anggota GS1 Indonesia:
Sebaiknya disiapkan, karena apabila sewaktu-waktu bila diperlukan untuk kepentingan tracking & tracing sudah siap, Karena barcode juga merupakan identitas produk dan perusahaan.
Warna yang digunakan pada pencetakan barcode sudah ada standardnya. Untuk hasil cetak terbaik adalah warna hitam,dan warna putih sebagai latar belakangnya.