Depan > Berita & Artikel

Pengawasan Produk Pangan Kemasan



Maraknya temuan sejumlah produk pangan kemasan yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan serta mengandung zat tambahan berbahaya seperti melamine, borax dan lain sebagainya membuat kita para konsumen semakin khawatir akan keamanan dalam mengkonsumsi produk-produk yang beredar dipasaran saat ini.

Guna mengatasi permasalahan tersebut kiranya dibutuhkan kerjasama dari pihak-pihak berwenang yang terkait untuk mencegah kejadian ini berlanjut terus. Kebutuhan akan suatu standar sistem traceability yaitu kemampuan untuk memantau kedepan pergerakan barang di supply chain dan men-trace back/menelusuri kembali asal usul produk tersebut, mulai dari produksi hingga sampai ketangan konsumen rasanya sudah tidak dapat ditunda-tunda lagi.

 Proses traceabilty juga sangat penting untuk melindungi keselamatan konsumen, apabila terjadi masalah dengan produk tersebut dapat segera ditarik kembali peredarannya dengan mudah.

Dengan adanya standar yang dipakai secara global akan memudahkan pihak-pihak yang terlibat didalam proses traceability memakai sistem dan komunikasi data yang sama. Disebagian besar supply chain, produk di tracking dan tracing menggunakan parameter production batch, serial number, distribution process (transportasi dan penyimpanan). Untuk produk pangan kemasan yang beredar dipasaran khususnya produk impor diharuskan mencantumkan data-data traceability yang dibutuhkan, seperti halnya produk pangan yang akan di ekspor ke Uni Eropa diharuskan mencantumkan asal-usul produk mulai dari bahan baku hingga menjadi produk yang siap dikonsumsi.

GS1 adalah salah satu organisasi yang membangun sebuah standar untuk proses traceability yang dapat dipakai secara global. Sebagai organisasi yang mempunyai visi untuk menjadi pemimpin didalam membangun sistem efisiensi di jalur perdagangan, GS1 selalu mengembangkan aplikasi sistemnya agar dapat diterapkan diberbagai sektor . Standar GS1 untuk traceability menentukan persyaratan minimum untuk sistem traceability diseluruh perusahaan diberbagai sektor industri, berisi penjelasan mengenai standar GS1 yang digunakan sebagai alat manajemen informasi dan menyediakan komunikasi data dengan cepat mengenai traceable item diantara mitra bisnis. Penggunaan teknologi pendukung seperti bar code atau RFID memudahkan pengambilan data traceability secara otomatis dengan mekanisme pembawa data dalam format digital sebagai identitas unik dari sebuah produk.


Penulis: Ir. Sri Suhartati
Sumber : GS1 Indonesia
<< Halaman semula