|
 |
Menghadapi ketatnya persaingan bisnis khususnya bisnis
retail membutuhkan penanganan yang serius sehingga perusahaan harus
berpikir secara cepat dan tepat bagaimana cara mengatur kembali usaha
mereka. Berkembangnya keanekaragaman permintaan dari para konsumen untuk
kualitas pelayanan yang lebih baik juga merupakan hal penting yang harus
diperhatikan.
|
Teknologi seperti barcode dan pertukaran data secara
elektronik (Electronic Data Interchange/EDI) mendukung sistem informasi
dan proses komunikasi secara otomatis diantara mitra bisnis sehingga
memungkinkan pengadaan, pengiriman dan proses distribusi produk atau jasa
lebih efisien. Saat ini hampir seluruh produk di Indonesia yang akan
dijual di Supermarket diharuskan menggunakan barcode dengan alasan
efisiensi tersebut.
|
Tujuan penggunaan barcode untuk efisiensi tidak akan
tercapai tanpa adanya sebuah standar yang mengatur penomoran produk secara
global yang memungkinkan perusahaan melakukan bisnis dengan berbagai macam
mitra didalam lingkungan yang global. Sistem identifikasi yang bersifat
global meningkatkan ketepatan dan efisiensi, juga memperlancar pergerakan
fisik barang yang melalui jalur perdagangan. Disamping itu yang tak kalah
pentingnya adalah kualitas hasil cetak dari barcode itu sendiri dimana
pada saat produk melewati point of sale/kasir harus dapat terbaca pada
saat pertama kali di scan. |

|
Barcode yang tidak dapat terbaca oleh alat scanner
sangat mengganggu kelancaran aktifitas di point of sale/check out counter
kasir sehingga tujuan dari efisiensi itu sendiri tidak tercapai. Sampai
saat ini masih banyak kita temukan di outlet-outlet retail di Indonesia
produk-produk yang barcodenya masih sulit atau sama sekali tidak terbaca.
Coba bayangkan berapa banyak waktu yang tersita setiap harinya dari ribuan
produk yang barcodenya tidak terbaca. GS1 Indonesia sebagai badan yang
menangani sistem penomoran dan standarisasi auto-id di jalur perdagangan
siap membantu pihak retail dalam menangani masalah tersebut .
|
 |
Satu-satunya solusi yang sangat disarankan adalah
sebelum produk masuk ke retail barcodenya harus diverifikasi untuk
memastikan barcode dapat terbaca dengan baik dan benar. Verifikasi
barcode merupakan sarana untuk memastikan apakah barcode mempunyai
kualitas cetak yang baik dan susunan penomoran yang tepat sehingga
pengusaha terhindar dari kerugian yang ditimbulkan karena harus
mencetak ulang kemasannya. |
Pengusaha retail di negara tetangga kita khususnya
Australia dan New Zealand sampai harus mengeluarkan suatu aturan dimana
para suppliernya diharuskan untuk melampirkan laporan hasil verifikasi
barcode produk yang akan dijual untuk memastikan hasil cetak barcode sudah
memenuhi standar. Hal itu juga berlaku bagi para pengusaha Indonesia yang
ingin mengekspor produknya ke negara tersebut.
Informasi lebih lanjut hubungi;
GS1 Indonesia
E-Trade Building Lt.6
Jl. Wahid Hasyim No.55
Jakarta 10350 - Indonesia
T : 6221 31925800, 6221 3916289 Ext : 114, 108 & 106
F : 6221 3916269
E : info@gs1.or.id |