Depan > Berita & Artikel

Laporan: "RFID World Asia 2009"



Incorporating
EPC Global Singapore Summit 2009
Conference & Exhibition

22 - 23 April 2009
Suntec International Convention & Exhibition Centre, Singapore.

Conference & Exhibition ke-6 yang diadakan oleh EPC Global Singapore dimana tahun ini bekerja sama dengan Terrapinn, Singapore.
Peserta conference sebanyak 150 orang berasal dari berbagai perusahaan di Singapore dan kawasan Asia -Pasifik serta wakil dari GS1 MO. Adapun wakil dari Member Organization (MO) yang hadir adalah GS1 Australia, GS1 Hongkong, GS1 Japan, GS1 Thailand serta GS1 Indonesia.

Untuk Exhibition diikuti oleh HP (Hewlett- Packard), DHL, Y3 Technologies, Secure Metric, Shengsiong, Retailpro dan lain-lain sebanyak 60 stand (boot). Para peserta exhibition dari Malaysia, Korea, China, Australia, UK, serta Singapore.

Setiap peserta yang hadir diberikan id-tag "RFID Attendee Tracking and Management Solution" yg dukung oleh Hewwlet-Packard dan Microsoft. Untuk bisa memantau peserta yang ikut conference atau exhibition. Teknologi ini juga pernah dilakukan oleh GS1 Indonesia pada Acara Temu Member GS1 Indonesia 2008 yang lalu.

 
Eddy Syahbudi, pada RFID WORLD ASIA 2009.   Eddy Syahbudi(GS1 Indonesia) bersama Rosyati Mohamed Said dan Tan Jin Soon(GS1 Singapura).
 

Acara dibuka oleh Menteri Perdagangan Singapore, Lee Yi Shyan, diutarakan bahwa pemerintah Singapore sangat mendukung perkembangan dari Teknologi Informasi seperti RFID, agar dapat di implementsikan di berbagai sektor industri dan pendidikan.

Sekaligus diberikan RFID Innovation Platform Awards, hasil kerjasama National RFID Singapore dengan Agency for Science, Technology and Research (A*Star), IDA, EDB dan Spring Singapore kepada National University Hospital, SMRT Corp. Ltd., dll. Dimana perusahaan-perusahaan tersebut telah mengimplementasikan RFID sebagai pilot project, yang di dukung oleh Pemerintah Singapore.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Moh Chong Tau, Deputy President Singapore Manufactures Federation menjelaskan SMa selalu mengikuti perkembangan teknologi yang dikembangkan oleh GS1 Global Office serta produknya yaitu EPCGlobal yang berbasis RFID melalui GS1 Singapore.

Dilanjutkan dengan presentasi:

Mr. Tan Jin Soon (CEO GS1 Singapore/ EPCGlobal Singapore) sebagai cordinator EPCglobal di kawasan Asia -Pasifik memperlihatkan teknologi RFID telah diimplementasikan oleh New Zealand pada Kiwi Fruit Exporter. Pemakaian EPC/ RFID tag menggunakan tag Gen 2 yang diletakkan pada pallets untuk pengiriman kemasan buah kiwi tersebut.

Juga pemakaian pada toko The Shops Fashion Retail Chain. Dimana implementasi RFID telah dilakukan pada rak display (diletakkan dibawahnya) dan ditempel pada setiap item (baju) yang di display (digantung). Ini akan membuat suatu riset barang apa yang sangat disukai oleh konsumen (meski belum tentu membelinya). Pada item juga dipasang "Electronic Article Surviliance" (EAS).

Michael Byun (Director of u-City Business Division, IFEZ)
Menjelaskan saat ini Korea Selatan sedang membangun Incheon Free Ecenomic Zone (IFEZ) yang merupakan project Infrastruktur RFID yang terbesar di Asia. Projek ini telah berjalan dari tahun2003 dan diperkirakan akan selesai pada 2020, dengan budget USD 15.33 Billion. Mempunyai area 209 kilometer. Akan menjadi pusat pengembangan RFID di Korea Selatan.

Allan Smith (Manager Network Service Performance Australia Post)
Menjelaskan di sector post, Australia telah mengimplementasikan RFID pada setiap rak (keranjang) surat yang diterima dan dikirim. Dimaksudkan untuk meningkatkan service kepada konsumennya, khususnya dalam hal melakukan tracking surat yang dikirim. Dijelaskan dengan memakai RFID banyak data yang dapat disimpan, laporan yang cepat dan solusi yang tepat waktu.

Wong Tack Wai (Manager National RFID Centre, Singapore)
Menjelaskan National RFID Centre dibangun atas usaha gabungan pemerintah Singapore seperti IDA, EDB, Spring Singapore dan telah menjalankan pilot project RFID pada:

  1. KK Women's and Children's Hospital yaitu Bed Tracer System. Berguna untuk mengurangi waktu pencarian ukuran tempat tidur yang tepat dan tersedia pada rumah sakit tersebut bagi calon pasien.

  2. SIA Engineering Company (SIAEC), yaitu RFID for Component Tracking. Dimana setiap komponen untuk pesawat Singapore Airlines telah dilengkapi oleh RFID Tag yang berguna untuk mempercepat pencarian spare-part yang tersedia di gudangnya.

  3. Laundry Network, yaitu Rsmart Efficient Management of Uniform Laundry. Dengan menggunakan RFID pada Conveyor untuk memilah dan mengumpulkan pakaian yang sama (seragam) yang di laundry secara tepat.

  4. SMRT Corporation Ltd., yaitu RFID Warehouse Management System. Penggunaan RFID pada gudang SMRT khususnya bagi security system dan pengecekan stock pada gudang.

  5. SF Consulting Pte. Ltd. yaitu RFID File Management System. Sebagai perusahaan jasa consultant mempunyai ribuan kasus yang disimpan pada file. Implementasi RFID dilakukan pada setiap file (dokumen). Dapat mempermudah dalam pencarian dokumen yang dibutuhkan.

Dr. Azmi Hassan (Senior Vice President, Senstech Sdn Bhd, subsidiary of Malaysian Industry-Government Group for High Technology (MIGHT)
Menjelaskan implementasi RFID dari Pemerintah Malaysia, telah dipakai pada:

  1. Forestry Departemen Peninsula Malaysia pada Pemotongan kayu dari hutan di Malaysia.

  2. National Rice Producer- digunakan pada rice bag (karung beras)-untuk pengecekan di gudang.

Dr. Shinichi Ishii (Senior Consultant Nomura Research Institute, Japan) dan
Naotaka Ishizawa (Senior Technology Officer-Monohakobi Tech. Institute,Japan)
Keduanya adalah C0-chair Transportation & Logistics Services Industrial Action Group EPCglobal Japan. Menjelaskan demo RFID yang dilakukan oleh EPCGlobal Transport and Logistics Service IAG (China/Shanghai - US/Los Angeles, JPN/Tokyo- Nedtherlands/Amsterdam), menampilkan pilot project dimana pengiriman barang dilakukan pada rute diatas. Diperlihatkan implementasi RFID sangat mendukung dalam penginputan data baik barang datang maupun pada saat dikirim.

Pada Stand/Exhibition:

Dari semua stand yang ada terdapat beberapa yang paling menarik yaitu:

  1. Stand ShengSiong Supermarket Singapore.
    Diperlihatkan implementasi RFID pada Supermarket ShengSiong yang didukung aplikasinya oleh IBM dan eC-LINK. Dimana implementasi RFID pada label harga yanterdapat pada rak yang disebut electronic tag. Sistem ini sangat berguna karena pada setiap retail, perubahan harga sangatlah dibutuhkan ketelitian. Saat ini price tag pada rak dibuat secara manual, sedangkan teknologi ini price tag label digantikan oleh price electronic tag. Untuk mengganti harga, petugas hanya men-scan barcode yang terdapat dalam catalogue barang (item) lalu alat handheld scanner di input update harga lalu di scan ke price electronic tag tersebut, maka price akan berubah secara otomatis.

Price electronic tag(tanda panah) pada rak supermarket.
 
  1. Stand National Hospital University.
    Menampilkan simulasi Apotik rumah sakit yang telah dilengkapi oleh RFID. Dimana setiap kotak (rak obat) telah dipasang tag yang dapat membaca seluruh isi kotak tersebut, pada saat pengambilan obat akan mengurangi jumlah dari isi kotak tersebut secara otomatis, dibantu oleh alat scanner RFID.

Kotak (rak obat) yang telah dipasang tag RFID.
 
  1. Stand DHL.
    Stand DHL, memperlihatkan implementasi RFID telah digunakan secara keseluruhan pada setiap barang kiriman maupun rak pada warehouse mereka di Amerika dan Kanada. Diperlihatkan pula keunggulan "Mobile Segway Scooter" yaitu alat (kendaraan) roda dua yang telah dilengkapi alat scanner RFID dan monitor, alat tersebut digunakan operator untuk mengecek barang yang akan di simpan di tempat penyimpanan yang akan dikirim.


Kendaraan yang telah dilengkapi alat scanner RFID pada gudang DHL.
  1. Motex.
    Stand Motex dari Korea, diperlihatkan mesin inlay RFID hasil karya rancangannya. Mesin inlay ini adalah mesin penggabungan inlay (antenna & chip) ke label. Dan langsung di cutting (dipotong) secara otomatis. Hasil tag yang dibuat dapat dipakai untuk HF dan UHF (13,56 MHz dan 900 MHz).


Mesin penggabungan inlay (antenna & chip) ke label.
 

CATATAN PENUTUP

Pengalaman yang dipetik:

  1. Penerapan RFID sudah sangat beragam di berbagai sector industri maupun jasa, ini dipengaruhi oleh pemahaman tentang benefit dari RFID itu sendiri.

  2. Dengan menghadiri acara Conference & Exhibition International seperti RFID World Asia 2009 ini yang berisi studi kasus dan demo, dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi pengetahuan Teknologi RFID yang dapat dikembangkan di Indonesia.



Penulis: Eddy Syahbudi SE.
Sumber : GS1 Indonesia
<< Halaman semula